Minggu, 10 April 2016

Contoh Surat Lamaran Kerja Gratis Terbaru , Moderen , Elegan

Mau Template atau desain surat lamaran pekerjaan moderen , elegan , terbaru secara GRATIS. Blog Desain Surat Lamaran Pekerjaan ini jawabannya. Silahkan download CV kami ini tanpa biaya apapun.

http://desainsuratlamaranpekerjaan.blogspot.co.id/

Selain itu kami juga menyediakan template desain surat lamaran pekerjaan format doc (microsoft office) siap pakai lainnya dan bahkan jauh lebih bagus dari template gratis ini. Yang terpenting dengan harga yang murah anda bisa memilikinya dengan cara klik link dibawah ini. 


Klik Desain Surat Lamaran Pekerjaan Terbaru 2016    >>  Halaman
Klik Surat Lamaran Pekerjaan Gratis    >>  Download

Kami pastikan dengan model desain surat lamaran pekerjaan yang bagus , menarik , elegan secara langsung membuat HRD atau pihak recruitment perusahaan besar tertarik sehingga memberikan kesempatan awal bagi anda untuk Join dengan mereka. Sangat Cocok bagi lulusan SMA atau SMK, Mahasiswa fresh graduate dan Profesional.

Rabu, 02 Maret 2016

Tiga Kesalahan Menulis Resume

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah resume. Meskipun bentuk resume tidak selalu mencerminkan personality dari seorang kandidat, tetapi tidak dipungkiri bahwa resume yang menarik akan memberikan impresi pertama yang baik pula bagi praktisi HRD. Bagaimanapun juga, ketika berhadapan dengan banyak CV dari pelamar, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk meneliti satu persatu secara detail.
Resume yang diterima perusahaan, biasanya akan langsung dikelompokkan ke dalam kategori “ya”, “tidak” atau “bisa jadi”. Rajat Taneja, Executive Vice President and Chief Technology Officer di Electronic Art menceritakan pengalamannya selama bertahun-tahun menyeleksi resume yang masuk ke perusahaannya. Dalam penuturannya, seperti dilansir dari linkedin.com, terdapat tiga kesalahan utama yang kerap dilakukan kandidat ketika menulis surat lamaran.
1. Fokus pada hal yang tidak perlu
Kesalahan pertama adalah ketika kandidat menuliskan tanggung jawabnya di perusahaan sebelumnya secara sangat detail. Mereka menjelaskan jobdesc tanpa memperlihatkan pencapaian yang telah mereka raih. Hasil apa yang telah mereka dapatkan, gebrakan apa yang telah mereka lakukan yang belum pernah dilakukan pendahulunya. Apa yang membedakan kandidat tersebut dengan yang lainnya.
Rajat juga menjelaskan bahwa semakin kuantitatif penjabaran sebuah resume, semakin mudah bagi penyeleksi untuk membacanya. Semakin mudah juga bagi mereka untuk memilih kandidat  melakukan diskusi lebih lanjut. Intinya adalah “numbers and metrics speak louder than word”.
2. Menulis essay ketika yang diperlukan hanyalah ringkasan
Ketika menulis resume, sajikan hal-hal yang memang krusial dan dengan penjelasan yang ringkas, mudah dimengerti. Semakin panjang dan padat penjabaran di resume, akan semakin sulit bagi perekrut untuk benar-benar memahami apa yang menjadi kelebihan dan prestasi si kandidat.
3. Meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab
Kadang-kadang kandidat memunculkan tanda tanya bagi si perekrut di dalam resume yang ia tulis. Para kandidat tersebut tidak menyebutkan secara jelas alasan dari hal-hal yang mereka sebutkan di resume. Mereka cenderung menunggu untuk menjelaskannya ketika proses wawancara. Padahal, mungkin saja wawancara tersebut tidak akan terjadi jika perekrut tidak tertarik dengan resume yang kita berikan. Yang paling tepat adalah menempatkan diri pada posisi si penyeleksi.
Misalnya saja ketika di dalam resume dituliskan bahwa kandidat sering berganti pekerjaan. Akan muncul berbagai kemungkinan alasan di kepala perekrut. Bisa jadi karena memang kandidat tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, atau karena cepat bosan. Dan itu mengurangi ketertarikan perekrut terhadap kandidat. Lebih baik bagi pembuat resume untuk menjelaskan, apakah karena pindah tugas atau karena akuisisi, atau sebab lainnya.
Kita mungkin memang tidak pernah bisa membuat resume yang sempurna  sesuai dengan keinginan perekrut. Tetapi dengan menghindari tiga kesalahan tersebut, setidaknya kita dapat membuat resume yang lebih baik, yang mempermudah perekrut untuk membacanya.

7 Kesalahan dalam Resume ini Sebabkan Pelamar Ditolak dalam Sekejap

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh SHRM, ditemukan bahwa tiga perempat dari para praktisi HR membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menilai suatu resume apakah pelamar tersebut berhak masuk ke tahapan rekrutmen berikutnya.
“Lima menit sebenarnya termasuk lama, bahkan ada beberapa yang hanya membutuhkan waktu 30 detik saja untuk menilai resume pelamar,” ungkap Doug Arms, selalu vice president Kelly Services.
Menurut para praktisi di bidang rekrutmen, mereka dapat melihat tanda-tanda tertentu yang membantu mereka untuk mendapat kesan pertama dari para pelamar melalui resume mereka. Berikut merupakan contoh-contoh resume yang membuat pelamar terlihat berbeda dari yang lain, ceroboh, tidak dewasa atau hanya sekedar coba-coba.
Dan satu lagi, selain latar belakang dan pengalaman kerja, hal-hal ini juga diperhatikan oleh para rekruter. Berikut akan dipaparkan mengenai tujuh kesalahan dalam resume yang dilihat para rekruter dalam sekejap:
1. Menggunakan Alamat Email yang Aneh
Rekan kuliah Anda mungkin tahu mengapa hairofthedogdude@yahoo.com adalah nama yang cocok untuk Anda. Namun para rekruter tidak tahu. “Hal ini menggambarkan kredibilitas seseorang,” ungkap Arms. Jadi alangkah lebih baiknya jika Anda membuat email baru yang lebih professional dan menunjukkan kredibilitas Anda.
2. Membuat Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa
Adanya kesalahan pada ejaan kalimat dalam resume Anda, tata bahasa yang kurang tepat ataupuntypo dalam resume Anda, akan membuat rekruter malas membaca resume Anda. Menurut Arms, “Jika Anda tidak bisa terlihat meyakinkan melalui resume Anda, bagaimana kami dapat mempercayai Anda bahwa Anda adalah seseorang yang detail dalam menyelesaikan pekerjaan Anda?”
3. Mempergunakan Font yang Aneh, Terlalu Banyak Warna dan Gambar
Jika Anda bukan melamar pada posisi yang membutuhkan kemampuan seni Anda, usahakan resume Anda terlihat bersih, rapi dan sederhana. Bahkan seseorang yang akan melamar pada posisi desain grafis sekalipun disarankan untuk tidak menunjukkan kemampuan desainnya dalam resume, melainkan pada portofolio yang juga dilampirkan bersamaan dengan resume. “Buatlah resume yang sederhana dan bersih. Jika kami membutuhkan waktu cukup lama untuk membaca resume Anda, maka dapat dipastikan Anda tidak akan melaju ke tahap berikutnya,” ungkap Maryanne Rainone, selaku managing director di Heyman Associates.
4. Tidak Menuliskan Keywords
Persyaratan khusus mengenai pekerjaan yang Anda inginkan dan kemampuan Anda yang relevan dengan pekerjaan tersebut, menjadi fitur penting yang harus ada dalam resume dan profil LinkedIn Anda. Beberapa perusahaan mempergunakan perangkat lunak tertentu untuk membantu mereka melakukan sortir atas resume yang masuk dengan mempergunakan keywords. Para rekruter juga mempergunakan keywords ketika mencari pelamar melalui LinkedIn dan jejaring sosial lain. Maka dari itu, keywords menjadi penting untuk Anda tuliskan dalam resume Anda.
5. Tidak Menulis Prestasi Anda
Dibandingkan menuliskan pekerjaan sehari-hari Anda pada bagian pekerjaan sebelumnya dan saat ini, akan lebih menarik perhatian jika Anda menuliskan apa yang pernah Anda raih dalam pekerjaan tersebut. Misalnya berhasil menggandakan penjualan, meningkatkan penonton sampai 30% ataupun melakukan negoisasi dengan perusahan tertentu.
6. Menuliskan Terlalu Banyak
Para rekruter tidak akan membaca paragraf Anda yang terlalu panjang. Akan lebih baik jika Anda menuliskan resume Anda dalam bentuk poin-poin. Usahakan resume Anda paling panjang dua halaman. Karena jika terlalu panjang, rekruter pun akan berpikir dua kali untuk membaca resume Anda.
7. Tidak Menuliskan Tanggal
Ini kesalahan yang kerap kali terjadi. Pelamar tidak menuliskan tanggal dan tahun pada pekerjaan yang sebelumnya pernah dilakukan. Menurut Rainone, “Ini memperlihatkan bahwa calon pelamar sedang menutupi sesuatu.” Maka dari itu pastikan Anda menuliskan dengan lengkap bulan dan tahun pada bagian pengalaman bekerja Anda.

3 Kata yang Dipergunakan Berlebihan dalam Resume

Resume merupakan bagian dari diri kandidat yang akan dikirimkan ke perusahaan yang diinginkan. Dalam resume hampir setiap orang mencoba menceritakan sebagian dirinya dalam satu atau dua lembar halaman.
keyboard-417090_640
(Sumber image: pixabaycom)
Sehingga apapun yang dianggap dapat menjadi nilai plus, akan dituliskan demi menarik perhatian para rekruter. Namun ternyata terdapat beberapa kata yang dipergunakan secara berlebihan dalam resume.
Bukannya membuat rekruter terkesan, resume Anda pun membuat mereka mengernyitkan alis mata. Lalu bagaimana caranya untuk membuat rekruter terkesan dengan resume Anda? The Muse memberikan tipsnya untuk Anda.
1. ‘Big Picture Thinker’ atau ‘Out-of-the-box Thnker’
Penggunaan kedua frase tersebut tidaklah terdengar spesial lagi pada masa kini. Daripada menuliskan bahwa Anda adalah seorang out-of-the-box thinker, alangkah lebih baiknya jika Anda memberikan contoh kapan Anda menjadi out-of-the-box thinker. Tuliskan kegiatan yang membuat Anda terlihat sebagai out-of-the-box thinker.
2. ‘Though Leader’ atau ‘Inspirational Leader’
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang diputuskan sendiri, namun berdasarkan keputusan beberapa orang. Jadi akan terdengar aneh jika Anda menyebut diri Anda inspirational leader. Lebih baik tuliskan kapan Anda berperan sebagai pemimpin, kapan Anda menjadi team leader, mengatur tim Anda dan mengembangkan kemampuan anggota tim Anda.
3. ‘Innovative’ atau ‘Visionary’
Penggunaan dua kata ini sama halnya dengan ‘passionate.’ Memang bukan hal yang buruk dalam menggunakan dua kata ini dalam resume Anda. Namun penggunaan yang berlebihan akan membuat rekruter menaikkan alis mereka. Banyak orang menuliskan hal tersebut dalam resume mereka, namun tidak ada bukti yang konkrit. Anda bisa menuliskan contoh kapan Anda benar-benar melakukan inovasi. Mulailah poin baru dengan “Invented…” atau “Created new…” mengatakan bahwa diri Anda visioner ataupun inovatif tidak hanya sekedar meninggalkan kesan, namun juga dapat dipercaya. (*)

sumber : http://portalhr.com/people-management/resourcing/3-kata-yang-dipergunakan-berlebihan-dalam-resume/

10 Langkah Mudah Membuat Resume

1. Buat draft awal
Tulislah jabatan pekerjaan dan juga daily task anda di kantor. Baca lagi tulisan anda dan coba prioritaskan tanggung jawab anda di kantor sehari-harinya. Kira-kira jenis skill seperti apa yang anda butuhkan untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut? Adakah sesuatu yang anda lakukan pada masa jabatan anda sekarang yang membuat anda bangga? Bertanya pada diri sendiri membawa anda pada pembentukan frame of mind dengan kerangka CV/ Resume. Informasi yang anda butuhkan akan dengan sendirinya mengalir.
2. Pilih sebuah format
Setelah informasi yang dibutuhkan sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah pengemasan informasi tersebut, yang bisa dipilih dari 3 jenis format standar, yaitu:
> The Chronological CV/ Resume: Bisa dikatakan standar industri, digunakan apabila pengalaman kerja anda stabil dengan setiap perpindahan kerja menandakan kemajuan dari sebelumnya. CV/ Resume tipe ini tidak disarankan bagi anda yang sering mengalami perpindahan pekerjaan atau pernah "tersedak tanggung jawab". 
> The Functional CV/ Resume: "Bagi anda yang pernah mengalami pengangguran untuk waktu yang cukup lama, Functional CV/ Resume adalah pilihan yang tepat. Dalam CV ini tidak perlu menuliskan tanggal mulai kerja atau nama perusahaan, karena yang lebih dicari adalah skills dan responsibilities."
> The Prioritised CV/ Resume: Format ini ditujukan bagi mereka yang tengah menjalani perubahan karir atau melamar pekerjaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bidangnya saat ini. Dalam penulisan, anda perlu memprioritaskan pengalaman kerja yang paling relevan dengan pekerjaan yang anda incar.
3. Susun CV/ Resume maksimum sebanyak 2 halaman
Tidak ada orang yang mau menghabiskan waktu membaca CV/ Resume yang panjang. Pasti membosankan.
4. Berhati-hati dengan content CV/ Resume Anda
Content CV/ Resume anda perlu disusun secara seksama, dengan pilihan kata dan gaya bahasa yang sesuai. Anggaplah CV/ Resume anda sebagai sejarah pengalaman kerja anda, dengan memberikan highlight pada kekuatan dan keahlian anda dalam problem-solving, contohnya "responsible" dan "achieved".
5. Penekanan pada "isi" di atas "gaya"
CV/ Resume anda harus diketik agar lebih mudah dibaca. Lupakan font indah atau grand gesture lainnya. Fokus pada konteks isi CV/ Resume anda!
6. Personalized content
CV/ Resume anda sejatinya menggunakan gaya bahasa formal namun sopan, namun terkadang penambahan gaya bahasa personal yang tentunya lebih akrab akan memberikan nilai tambah bagi CV/ Resume anda.
7. Hindari gaya bahasa yang "melebih-lebihkan"
Anda mungkin termasuk seorang manajer yang brilian di perusahaan tempat anda bekerja saat ini. Namun ketika menyusun CV/ Resume lebih baik hindari penekanan yang berlebihan pada achievement anda. Adanya ungkapan "teamwork" dalam achievement anda cenderung lebih dihargai.
8. Cek dan cek lagi ejaan pada CV/ Resume Anda
Skill memang penting untuk dijabarkan dalam sebuah CV/ Resume, tapi kesalahan pada ejaan akan sangat menurunkan poin bahkan mungkin sampai pada penolakan. Anda bisa mengajak seorang teman untuk memastikan CV/ Resume anda bebas dari kesalahan pengejaan.
9. Beritahu orang yang akan menjadi referensi Anda
Ada baiknya orang yang akan menjadi referensi anda dikonfirmasi terlebih dulu bahwa anda masih/ akan menggunakan namanya.
10. Simpan dulu pernyataan tentang "harga" Anda
Pernyataan besar kecilnya gaji anda tidak perlu dikeluarkan kecuali memang ditanyakan langsung kepada anda. Perbedaan antara menyatakan gaji sebelum dan sesudah ditanyakan ikut mempengaruhi keputusan apakah anda layak diterima atau tidak.

sumber : http://portalhr.com/tips/10-langkah-mudah-membuat-resume/

5 Tips Membuat Resume yang Efektif

Resume adalah hal wajib yang dibutuhkan ketika akan melamar suatu pekerjaan. Namun terkadang ketika menyusun suatu resume, pelamar cenderung memasukkan segalanya yang terbaik mengenai dirinya. Padahal belum tentu semua yang dituliskan pelamar relevan dengan posisi yang dilamar maupun dengan calon perusahaan. Lalu bagaimana caranya membuat resume yang efektif? The Muse memberikan pemaparannya untuk Anda.
1. Buatlah resume yang bersih dan rapi
Calon perusahaan akan mengerti jika Anda ingin membuat resume Anda terlihat menarik di mata hiring managers. Namun jika Anda tidak melamar sebagai desainer atau seniman, alangkah lebih baiknya jika resume Anda bersih dan rapi. Dengan kata lain, tidak dalam format yang unik. Akan lebih baik jika Anda berfokus pada bagian atas resume Anda. Tuliskan kualifikasi Anda yang paling menonjol ataupun pengalaman Anda yang relevan dengan pekerjaan yang akan Anda lamar. Selama format resume Anda normal-normal saja, Anda akan aman.
2. Gunakanlah kalimat yang objektif
Ketika Anda mencoba untuk melamar pada posisi yang berbeda dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman Anda sebelumnya, Anda perlu menuliskan kaitannya pada resume Anda. Maksudnya Anda perlu menjelaskan pada resume Anda kaitan dari pengalaman kerja atau latar belakang pendidikan Anda yang berbeda dengan posisi yang akan Anda lamar. Hal ini dikarenakan para hiring managers tidak akan memiliki banyak waktu untuk menangkap hal tersebut dari resume Anda jika tidak berhubungan. Salah satu caranya adalah dengan mempergunakan kalimat yang objektif. Jelaskan secara singkat alasan Anda melamar pada posisi itu meskipun latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja Anda sebelumnya berbeda. Hal ini akan dapat membuat hiring managers lebih ingin tahu mengenai diri Anda.
3. Buatlah resume Anda mudah untuk dibaca
Masih menjadi perdebatan sampai saat ini berapa lama waktu yang dibutuhkan rekruter untuk membaca sebuah resume. Namun semua orang setuju bahwa waktu yang dibutuhkan untuk membaca suatu resume adalah kurang dari 20 detik. Artinya resume Anda harus mudah untuk dibaca secepat mungkin. Tipsnya buatlah resume sesingkat mungkin namun padat. Jangan mempergunakan font yang terlalu kecil. Jangan terlalu banyak berbasa-basi, setidaknya dalam satu baris rekruter sudah bisa menangkap intinya.
4. Pastikan bagian HR memahami resume Anda
Artinya Anda perlu mempergunakan bahasa yang dapat dipahami oleh orang awam. Tidak masalah jika Anda ingin menjelaskan pekerjaan Anda pada bagian supply chains, atau bagian coding complex algorithms, namun perlu Anda ingat bahwa resume Anda pertama kali masuk ke bagian HR. Pastikan bahwa orang HR akan dapat memahami resume Anda sehingga resume Anda akan ditempatkan pada tempat yang tepat.
5. Pastikan informasi kontak Anda sudah benar
Ini merupakan bagian akhir yang kadang sering terlupakan. Typo pada bagian lain resume Anda mungkin akan dimaafkan. Namun tidak pada bagian kontak Anda. Jangan sampai Anda yang dirugikan karena salah mengetikkan alamat email Anda. Pastikan Anda mengetikkan dengan benar informasi kontak Anda.

sumber : http://portalhr.com/tips/5-tips-membuat-resume-yang-efektif/

5 Hal yang Paling Penting dan Kurang Penting dalam Resume

Ternyata tidak semua rekruter menyetujui bahwa resume maksimal hanya dua halaman. Hal ini diungkapkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Mortar London. Ada beberapa perbedaan pendapat antara apa yang dianggap para rekruter penting dan apa yang dianggap para jobseeker penting, seperti misalnya personal interests. Hanya 41% rekruter yang menganggap bagian tersebut penting untuk diletakkan dalam resume, sedangkan 72% jobseeker menganggap hal tersebut penting.
curriculum2
Berikut ini adalah 5 (lima) hal yang dianggap elemen paling penting dalam resume menurut para rekruter, yaitu:
1) Menghindari kesalahan pengejaan dan kesalahan pengetikan
Elemen ini disetujui oleh para rekruter ataupun jobseeker bahwa kesalahan pengejaan dan pengetikan harus diperhatikan. Namun ternyata masih banyak jobseeker yang melakukannya. Cobalah untuk meminta orang lain mereview resume Anda sebelum Anda kirimkan ke perusahaan impian.
2) Menghindari kesalahan tata bahasa
Sama halnya dengan kesalahan pengejaan dan pengetikan, Anda perlu mengecek ulang tata bahasa yang Anda pergunakan dalam resume. Mintalah bantuan orang lain untuk mereviewnya.
3) Menuliskan secara detail pencapaian yang pernah Anda raih
Bagian ini perlu Anda berikan perhatian lebih agar Anda terlihat berbeda dibandingkan dengan kandidat lainnya. Jelaskan bagaimana cara Anda berkontribusi untuk mencapai hal tersebut.
4) Mempergunakan bahasa yang professional
Menggunakan bahasa yang professional dalam resume hukumnya adalah wajib. Anda akan direkrut sebagai professional sehingga Anda harus menunjukkan profesionalitas Anda.
5) Menuliskan secara detail tanggung jawab yang pernah Anda pegang sebelumnya
Tuliskan secara detail dan spesifik tanggung jawab Anda pada bagian experiences. Terkadang job titles yang sama dapat dimaknai secara berbeda di perusahaan lain.
Selain yang dianggap paling penting, terdapat 5 (lima) hal pula yang dianggap tidak terlalu penting dalam resume menurut para rekruter. Namun bukan berarti hal tersebut dapat menghancurkan resume Anda. Hanya saja jika tidak Anda masukkan dalam resume tidak akan jadi masalah. Berikut 5 elemen yang dianggap tidak terlalu penting menurut para rekruter.
1) Meletakkan bagian education sebelum experience ataupun sebaliknya
Akan lebih baik jika bagian experience Anda letakkan terlebih dahulu sebelum education. Kecuali Anda fresh graduate, bagian education sebaiknya Anda letakkan terlebih dahulu.
2) Membuat resume kurang dari 2 halaman
Tidak banyak rekruter yang menganggap hal ini sangat penting, namun buatlah resume Anda sesederhana mungkin sehingga mudah untuk dipahami. Selain itu hal ini bertujuan untuk menghindari adanya informasi yang tidak relevan dalam resume Anda.
3) Menulis resume dengan sudut pandang orang ketiga
Tidak terlalu penting sudut pandang orang manapun yang Anda pergunakan dalam menuliskan resume Anda.
4) Menuliskan pengalaman bekerja di luar negeri
Memiliki pengalaman bekerja di luar negeri dianggap tidak terlalu penting oleh para rekruter. Peran dan pencapaian Andalah yang akan dilihat oleh para rekruter.
5) Menuliskan pengalaman kerja sukarela
Asalkan relevan dengan posisi yang ingin Anda lamar, bagian ini bisa Anda tuliskan dalam resume Anda. (*)

sumber : http://portalhr.com/people-management/resourcing/5-hal-yang-paling-penting-dan-kurang-penting-dalam-resume/